Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Wednesday, October 28, 2009

Patah Hati : Berhenti atau Mencoba Lagi?

Siapa diantara kalian yang tidak pernah patah hati? haah? tidak ada? kelihatannya pertanyaanku salah. Hmmm baiklah kuganti pertanyaanya dengan siapakah diantara kalian yang pernah mengalami patah hati? ya.. ya.. aku melihat banyak tangan yang diacungkan keatas. Beberapa malah mengangkat tinggi-tinggi seperti hendak memberitahu seluruh dunia ia tengah mengalami situasi tersebut.

Kalau begitu untuk apa menjalin hubungan kalau suatu saat nanti toh akan berakhir juga? berapa persentase pasangan yang sudah putus namun tetap dapat mempertahankan hubungan pertemanan mereka? dan berapa banyak yang malah akhirnya saling membenci? Biasanya sakit hati itu akan selalu membekas apalagi kalau berpisah dikarenakan adanya orang ketiga. Seperti kata teman saya "I will forgive but not forget".

Menjalin kasih (meminjam bahasa para pujangga ^^) sebenarnya bertujuan untuk mengenal pasangan kita lebih jauh bukan? sebelum kita dengan terburu-buru memutuskan untuk memasuki jenjang pernikahan. Pacar boleh berganti-ganti, namun suami atau istri tidak mungkin berganti-ganti, kecuali anda hendak memecahkan rekor Guinness Book sebagai manusia yang paling sering berganti pasangan hidup.

Suatu hubungan pasti akan berakhir, tidak ada yang tidak berakhir. Katakanlah anda berhasil menuju hingga jenjang pernikahan dan anda merupakan pasangan yang saling mencintai hingga akhir hayat, toh pada akhirnya salah satu akan pergi meninggalkan yang lainnya terlebih dahulu bukan? bagi yang harus berpisah sebelum menuju jenjang pernikahan menurutku malah sebaiknya ia bersyukur. loh koq gitu? berpisah bearti tidak memiliki kecocokan. betul atau betul? kalau sudah tidak adanya kecocokan lebih baik berpisah bukan? untuk apa mempertahankan suatu hubungan yang rapuh yang pada akhirnya membuat anda lebih menderita. Apabila anda tetap ngotot untuk membawa hubungan tersebut ke jenjang yang lebih tinggi yah silahkan-silahkan saja, setiap orang memiliki pemikiran masing-masing toh...

Bagi yang sedang patah hati yakinlah satu hal, anda tidak sendirian. maksudku anda bukan satu-satunya orang didunia ini yang mengalami hal tersebut sehingga jangan beranggapan itu merupakan akhir hidup anda. Banyak yang mengalami hal yang sama dengan anda, yang berbeda hanyalah berapa lama anda akan keluar dari kesedihan. Anda masih punya teman-teman bukan? (walaupun akuilah anda sempat kehilangan beberapa teman anda dikarenakan anda sibuk berpacaran. Dunia serasa milik berdua euuyy.. yang lainnya ngontrak) mungkin ini saatnya bagi anda untuk kembali merajut tali persahabatan anda. Salah satu kalimat yang kudapatkan dari sebuah majalah " Sahabatmu akan mensupport kamu ketika kamu ditinggal oleh pacar, namun pacar kamu tidak akan peduli apabila kamu ditinggal oleh sahabat-sahabatmu".

Wednesday, October 21, 2009

Giving & Sharing

Berbagi adalah mutlak diperlukan dalam hidup. Coba siapa yang tidak pernah berbagi? baik itu dalam bentuk materi atau non materi. Semua orang hidup dengan berbagi secara sadar maupun tidak sadar, suka maupun tidak suka. Sedangkan memberi tidak seperti berbagi, memberi membutuhkan hati yang ikhlas tanpa embel-embel apapun. Ada yang tidak setuju dengan pendapatku mengenai berbagi dan memberi, karena ada yang bilang sama saja toh? well itu kembali pada masing-masing individu yang menilainya karena aku tidak akan berdebat mengenai hal tersebut.

Memberi itu baik atau buruk? balik lagi pada pandangan masing-masing. Memberi itu harus ikhlas seperti yang sudah kujelaskan diatas, namun se"ikhlas" apa? kenapa ada tanda kutip? aku tidak akan mencoba sok suci seolah-olah aku adalah manusia yang benar-benar memiliki hati layaknya seorang santa. Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam hal memberi, ada yang murni memberi tanpa maksud apapun dibalik pemberian tersebut, ada pula yang menginginkan sesuatu sehingga ia menggunakan topeng santa untuk mencapai tujuannya.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam memberi, apakah pemberian kita dapat bermanfaat bagi si penerima ataukah malah menjerumuskan si penerima. Sebuah kalimat yang selalu kuingat hingga saat ini adalah "Kalau kamu hendak membantu orang maka berikanlah ia kail, bukan ikan". Kalimat itu memang benar apabila kita hendak mendidik si penerima agar ia tidak selalu berharap mendapatkan pemberian dari kita yang pada akhirnya membuat ia menjadi seorang pemalas yang menggantungkan hidupnya pada pemberian orang lain. Namun seiring waktu berjalan aku menemui fakta-fakta dilapangan dimana kita tidak mungkin memberikan ia kail pada saat ia sudah sekarat. Aku lebih setuju memberikan ia ikan agar ia bisa bertahan hidup dan kemudian berikan ia kail agar ia bisa merubah hidupnya (atau suruh bikin sendiri xixixi..). tapi ingat beri ikan hanya 1-2 kali dan jangan keterusan!. Boleh diterapkan namun harus melihat situasi juga ya hahaha...

Training dengan Billi Lim aku mendapatkan sebuah pesan penting yaitu ketika kita memberi itu menandakan kita memiliki, jadi kesimpulannya adalah orang yang suka memberi (ikhlas) adalah orang-orang kaya. Satu hal yang paling penting adalah jangan menunggu kaya baru memberi. Sebagaimana seorang umat buddhist saya percaya hukum karma, berbuat baik maka akan menuai karma baik, berbuat jahat maka sudah dipastikan karma buruk akan berbuah. Percaya tidak percaya ketika kita memberi (dengan hati ikhlas tentunya) biasanya kita akan mendapatkan sesuatu, dan dapat berupa apa saja (karma baik kita berbuah). Namun harus diingat, jangan mengharapkan sesuatu pada saat memberi, jangan berangan-angan ketika kita memberi maka kita akan mendapatkan sesuatu. Just remember, if you already GIVING then the second things that you must do is FORGET IT.

Tuesday, September 15, 2009

For My Lovely Friend

Beberapa waktu yang lalu ada teman yang baru mengunjungi rumah ini mengajak chat di YM. "mor, temen u itu gay ya?" Setelah sekian lama tak bersua hal pertama yang ia lakukan adalah bertanya pertanyaan konyol. Aku sempet tertegun sekitar beberapa menit untuk memikirkan siapa yang dia maksud. Memang ada, namun yang pasti mereka tidak saling mengenal, lantas tau darimana dia? yang satu berasal dari pluto sedangkan yang lain juga dari mars (intinya ga mungkin kenal gitu..) setelah jeda yang cukup lama akhirnya aku hanya membalas "heh?? maksudnya?" dan berlanjutlah percakapan kami..

"iya, temen u itu gay ya? g tadi habis buka blog u"

"oh itu, iya.. kenapa emang?"

"yah gpp sih, cuma tadi lagi liat-liat trus g liat blog list u"

"ohh.. trus?"

"mmm serem aj sih hehehe"

"hah???? serem?"

"iya, takut aja kalau punya teman gay. mank u ga takut mor?"

"weew, ya kaga la. mank mau diapain?

"habisnya gimana gitu"

"owww"

jeda yang cukup lama

"lagi sibuk?"

"iya, lagi banyak kerjaan"

"oh, ya ud.. u kerja dulu aj. bye"

What the hell?!?!? jujur sejujur-jujurnya aku sudah malas melanjutkan percakapan gak penting ini. That's why aku mengatakan sedang sibuk walaupun pada kenyataanya aku sedang main FB dan chat dengan beberapa temanku.

Okay, punya teman gay so what? konyol sekali kalau dia bilang serem. Mank diapain? wong dia kenal aja kaga. Mungkin memang sebagian orang tidak bisa menerima apabila ada teman, saudara maupun kerabat terdekatnya adalah seorang pecinta sesama jenis alias Gay maupun Lesbian. But please don't judge the book by it's cover. Pernah dengar kalimat Gay is a woman bestfriend? secara kita bisa saling bercanda melirik pria-pria tampan yang berseliweran disekitar kita, karena itu yang sering kulakukan dengan temanku hahaha..

BTT, pada dasarnya aku tidak mungkin memaksakan agar semua orang bisa seperti diriku menerima keadaan mereka. But well, at least jangan menghakimi mereka. Jangan beranggapan mereka sejenis virus mematikan yang akan menulari kita hanya dengan berdekatan dengan mereka. Yang pasti jangan ke-GRan dan ketakutan mereka akan menerkam anda seperti yang anda bayangkan. it's absurd! belum tentu mereka berminat terhadap anda.

Dalam hidup yang pasti kita mencari teman bukan musuh, hidup manusia tidak bisa diprediksi. saat ini mungkin ia adalah seorang homoseks yang anda benci tapi, andaikata suatu saat anda teramat membutuhkan bantuannya dan ia menolak dengan alasan anda dulu menghina dirinya dikarenakan orientasi seksualnya yang berbeda. Lantas apa yang bisa anda lakukan? menyalahkan dirinya? tidak, seharusnya anda menyalahkan diri atas kebodohan anda sendiri. Apa yang anda tanam, itu yang akan anda tuai.

Bila tidak nyaman dengan mereka it's okay, anda boleh saja menjaga jarak namun sekali lagi jangan menghakimi atau merendahkan mereka. Itu pilihan hidup mereka, yang pastinya mereka sudah memikirkan segala konsekuensinya. Coba untuk hargai keputusan mereka walaupun hal ini masih sulit diterima oleh kita. Selama ia tidak mengganggu kita itu tidak masalah. Apabila teman anda menganggap anda juga tertarik dengan dirinya walaupun pada kenyataanya anda tidak tertarik, cukup katakan anda tidak seperti dirinya. Aku yakin dia akan mengerti dan tidak akan mengganggu anda lagi.

Thursday, July 9, 2009

Dua Sisi Koin

Ada yang mengatakan dalam menyikapi masalah lelaki cenderung menggunakan logikanya sedangkan wanita lebih mengandalkan perasaan, walaupun hal ini tidak sepenuhya benar tapi jika melihat lingkungan kita hal ini memang sering terjadi. Aku seringkali berbeda pendapat dengan sahabatku hingga terkadang aku dicap keras kepala, namun biasanya perdebatan kita tidak akan meruncing hingga mengakibatkan perang dunia. Bagiku, setiap orang berhak berpendapat dan memiliki hak penuh untuk memiliki pemikiran sendiri. (belum ada UU dilarang mikir kan?) Bagiku hal yang paling penting dalam menjalin suatu hubungan adalah jangan pernah memaksakan pemikiran kita pada orang lain, boleh saja kita memberikan pendapat tapi yang harus diingat adalah adanya batasan yang jangan sampai kita langgar.

Setiap permasalahan harus selalu dilihat dari kedua belah sisi, tidak ada gunanya kalau kita selalu berdebat mengenai salah satu sisi. koin yang kita tunjukan pada lawan bicara kita pasti akan berbeda dengan yang kita lihat dari sisi sebelahnya. Begitu pula dengan semua masalah yang kita hadapi sehari-hari. Seringkali kita berselisih paham dengan teman, sahabat, maupun keluarga hanya karena masalah kecil. Terkadang koin tersebut harus kita terawang melalu hati (mank duit diterawang). Manusia memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, dan yang pasti setiap manusia yang ada di muka bumi ini memiliki sikap dan sifat yang berbeda-beda. Walaupun ia kembar identik pasti ada yang berbeda. (didapat dari salah satu situs. tenang saja bukan situs xxx)

Dulu aku pernah bergulat dalam dunia marketing, lantas apa yang ku cari dengan menekuni bidang tersebut? yang pasti adalah pengalaman karena marketing itu luas, kita harus bisa mempelajari sikap-sikap orang yang berbeda-beda. Pertama kali terjun kedunia tersebut kalimat "gile mor, bego banget u" sering kudengar dari teman-teman terdekatku. Secara penghasilan yang didapat jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Menekuni bidang marketing harus berani menerima resiko diomelin klien dan sebagainya.

Dalam pemikiranku, Marketing itu harus mencari untung setinggi-tingginya karena sistem komisi yang dibagikan dihitung berdasarkan keuntungan yang diterima perusahaan. Permasalahannya adalah pola pikir ini berbeda dengan kakak laki-laki tertuaku, pada mulanya aku tidak bisa mengerti pemikiran kakaku. Ia bergerak dalam bidang percetakan yang ia jalankan sendiri. Seandainya aku yang menjadi sales, yang akan kulakukan adalah menjual dengan harga tinggi (selagi bisa getok, getok dulu. prinsip dulu pada saat jadi marketing hahaha) namun ia berbeda, harga yang ia berikan pada customer tidaklah tinggi, untung yang diambil juga tidak terlalu tinggi. Padahal pamanku bisa menjual dengan keuntungan 100% sehingga terkadang aku sempat berpikir ada masalah dengan otaknya hahahha. Terakhir aku membahas masalah ini dengan dirinya (uda gak tahan). Pada saat itu ia menjelaskan sebuah sisi yang selama ini tidak pernah terlihat olehku. well, setidaknya sekarang aku sudah tidak mempermasalahkannya.

Hanya saja, jangan dikarenakan perbedaan pendapat kita terhadap suatu masalah menjadikan hubungan kita merenggang. Apapun yang kita lakukan, walaupun itu mungkin adalah niat baik kita seringkali disalah artikan oleh orang lain. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi bukan. Setiap manusia memiliki kebebasan berpendapat, selama hal itu tidak merugikan orang lain why not?. sebelum kita menyalahkan orang lain, alangkah baiknya bila kita memandang dari sudut pandangnya.

Thursday, June 18, 2009

Crazy for Elizabeth

No matter how strong you defy me
Someday you'll be looking for me

Take my hand. You'll dance with me
Whenever I want and to the music that I like

Sudah hampir 1minggu kalimat ini nyangkut diotak. 1minggu juga kuhabiskan dengan ngubek-ngubek blog orang, cari tau di tante wiki mengenai Elizabeth dan segala sumber yang bisa memberikan informasi. Beginilah nasib orang yang jatuh cinta dengan budaya serta seni orang lain namun terhambat bahasa hikkss...

Kalimat diatas diucapkan oleh Kematian (Death) kepada Elizabeth setelah sekian kali Elizabeth menolak mengikuti Kematian yang jatuh cinta padanya. Adegan ini merupakan adegan favorit saya, dalam adegan ini Kematian menunjukan kepada Elizabeth bahwa ia tidak akan bisa menghindari dirinya, karena pada akhirnya ia tidak akan bisa menghindari kematian. Sedangkan Elizabeth dengan tegasnya menolak untuk bergabung bersama Kematian.

Berkali-kali Kematian hampir mendapatkan Elizabeth namun berkali-kali pula Elizabeth berhasil keluar dari lubang keputusasaannya. Pada saat Kematian habis kesabaran untuk membujuk Elizabeth agar bergabung bersamanya ia mengambil putrinya yang baru berusia 2 tahun. Namun tekad Elizabeth sungguh keras, ia menolak menyerah terhadap kematian hingga ketika putra kesayangannya memutuskan bunuh diri bersama istrinya ia memohon kepada Kematian untuk mengambil nyawanya. Namun pada saat itu Kematian menolak untuk memenuhi permintaanya.

Bagiku Mizu Natsuki berhasil menampilkan sang Kematian yang kejam,ambisius dan arogan namun tidak berdaya untuk memaksa Elizabeth mengikutinya, sedangkan Shirahane Yuri yang memerankan Elizabeth juga tak kalah sempurna dengan suaranya yang jernih dan aktingnya yang memukau. Walaupun akhirnya Kematian berhasil mendapatkan Elizabeth pada saat ia di bunuh oleh Luigi Lucheni.

Menonton drama Elizabeth membuatku berpikir hidup dalam keluarga kerajaan tidak seindah yang dilihat, bukan seperti cerita-cerita happy ending layaknya cinderella yang berhasil mendapatkan pangeran berkuda putihnya. Hidup dalam keluarga kerajaan berarti sederet peraturan yang harus ditaati, kebebasan yang sudah tidak mungkin kita dapatkan seperti sebelumnya serta tekanan-tekanan dari berbagai pihak yang akan terus mengikuti kita.

Sedangkan apabila kita berbicara mengenai kematian, semua orang pada akhirnya akan dijemput oleh kematian, hanya waktu dan caranya saja yang mungkin berbeda-beda. Kematian akan menghampiri apabila kita terjebak dalam situasi rumit yang membuat kita depresi dan biasanya membuat kita menjadi tidak bisa berpikir panjang. Semua tergantung langkah apa yang akan kita ambil.

Wednesday, May 27, 2009

Friends Become Enemies

Ada yang menanyakan arti dari persahabatan padaku tadi. Mendadak otak terus berputar, mencoba menyelami makna yang terkandung dari kata "persahabatan". Kalau menurut om Wiki maka persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Mereka juga akan terlibat dalam prilaku yang tolong menolong seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Berawal dari chat dengan seorang teman dari SMA menjelang makan siang.
"Mor, lagi pain?"
"Tumben OL?"
"Hahah iya nih, lagi nunggu kelas. gua ga tau dosennya ga masuk. Tau gitu gua masi di rumah"
"Kacian deh u.."
"Btw uda tau di FB lagi ada perang?"
"Heh? mank ada? kenapa emang?"
"Gara-gara foto reunian yang di tag si Xander, awalnya cuma komen-komen, eh malah jadi perang. U buka aj liat sendiri"
"Ok, gua rupanya belum add dia. gua add dulu deh"

Ternyata memang benar, berawal dari coment-coment biasa, berubah menjadi ajang ledek-ledekan, terakhir malah emosi dan FB digunakan untuk saling menghujam. Kesenangan yang diperoleh dari acara reunian malah menguap. Kalau dipikirkan dengan kepala dingin apakah hal ini perlu terjadi? pernahkah mereka mendengar istilah yesterday is a history? segala sesuatu yang pernah terjadi pada masa lalu sebaiknya hanya menjadi kenangan dan dijadikan pelajaran. Bukan digunakan sebagai senjata untuk melukai perasaan seseorang.

Apakah kata "tolong hargai keputusan gua" tidak cukup untuk menghentikan tulisan-tulisan tajam yang bisa menyakiti perasaan orang?. Walaupun kuakui serunya FB adalah kita bisa update terus, membuat kita merasa lebih dekat dengan teman-teman kita, tapi seharusnya kita sadar bahwa bagaimanapun batasan itu ada. Jangan sampai hal kecil begini merusak persahabatan yang sudah dibina lama. Setiap orang pasti membutuhkan ruang pribadinya yang tidak ingin diusik orang lain.

Lantas fungsi FB apa sih? FB hanya sebagai sebuah sarana bagi kita untuk tetap "keep in touch" dengan teman-teman kita yang sudah tersebar di mana-mana, sekaligus sebagai tempat bagi kita untuk mendapatkan teman-teman baru. Itulah fungsi jejaring sosial, didasarkan pada manusia yang tidak dapat hidup sendiri. Pernah ada sebuah riset yang mengatakan manusia bisa tetap bertahan dalam rumah tanpa keluar dari rumah tersebut selama 1bulan selama dia memiliki internet yang bisa digunakannya untuk berkomunikasi. Coba bayangkan kita diam dalam rumah selama 1bulan tanpa berhubungan dengan dunia luar, kebayang?? haahh, membayangkannya aja uda mengerikan..

Komen-komen yang didapat dari FB sebaiknya bisa kita saring, walaupun sering kali apabila kita berkomunikasi melalui tulisan bisa terjadi kesalahpahaman, kita hanya membaca dan tidak bisa melihat ekspresi orang tersebut. Hal ini membuat kita menjadi tidak bisa membedakan apakah ia bercanda atau sedang serius. contohnya kalimat "saya marah!" ini dapat di artikan bahwa saya benar-benar sedang dalam kondisi yang marah? ataukah saya sedang bercanda mengatakan bahwa saya marah? saya sendiri sering menggunakan kalimat ini. Adakah yang tahu artinya?? saya rasa hanya saya dan yang di Atas yang mengetahui apa makna sebenarnya yang terkandung dalam kalimatku, yang lain hanya bisa menerka-nerka.


Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Wednesday, April 29, 2009

Sedikit Perubahan

Setelah cukup lama menghilang dari kancah blogger hehehe, padahal baru nulis 3x... kali ini saya coba untuk mulai menulis lagi dengan bahasa yang baik dan benar.. habisnya ad yang komplain si..

Kadang perubahan itu harus ada dan disadari walaupun memang tidak ada yang tidak berubah dan seringnya kita tidak menyadari itu. Segala sesuatu akan berubah seiring berjalannya waktu. Namun yang harus kita pahami adalah kearah manakah perubahan itu akan membawa kita. Lantas apakah aku berubah? pertanyaan ini sering kuajukan pada diriku. Kadang aku takut terhadap jawabannya, akan berubah seperti apakah aku nantinya. Namun yang jelas aku memang berubah.....

Dahulu, ketika aku masih menikmati indahnya masa SMP, masa dimana aku dapat melakukan segala sesuatu sesuka hati tanpa harus pusing, kenakalan-kenakalan remaja yang biasa dilakukan oleh anak seusiaku yang masih banyak ingin tahu mengenai dunia orang dewasa. Anak-anak yang sok dewasa dan merasa dunia berada dalam genggamannya. Segala sesuatu terasa begitu indah dan kita terburu-buru ingin menjadi cepat dewasa; Namun waktu berjalan begitu lambat seolah-olah memberikan peringatan kepada kita bahwa menjadi dewasa berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar. Lantas apakah kita menyadari peringatan tersebut? tidak.

Masa SMA, masa dimana sering dikatakan sebagai masa-masa paling indah, masa dimana kita mulai memilih hendak menjadi apakah kita nantinya. apakah aku berubah pada masa SMA? ya, aku berubah, pola pikirku berubah, sikapku berubah dari seorang anak SMP yang tidak tau apa-apa mengenai realita hidup berubah menjadi anak SMA yang mulai sadar akan jalan hidup yang harus ditempuh. Dimasa inilah aku mulai berani memiliki pendapat sendiri, mulai berani untuk menjadi diri sendiri. Tidak dipungkiri kegiatan Pramuka di sekolah-lah yang membuat aku menjadi seperti sekarang. Jaringan sosialku mulai berubah, aku lebih banyak memiliki teman-teman yang umurnya jauh diatasku, membuat sudut pandangku terhadap dunia sekali lagi menjadi berubah.

Saat ini, masa kuliahku, masa dimana aku mulai sibuk mencari uang karena tidak mau terus-terusan meminta. Entah mengapa waktu terasa semakin cepat, apakah karena aku mulai menua? apakah karena segala aktifitas yang kulakukan membuat bumi berputar menjadi lebih cepat? jawabanya adalah tidak. Bumi tetap berputar pada porosnya dengan kecepatan yang konstan, 1 hari masih memiliki 24jam. Perbedaanya adalah dengan segala "kesibukan" yang kukerjakan waktu berjalan "seolah-olah" lebih cepat. Kalau kita melihat kebelakang, yang akan kita lihat adalah begitu banyaknya waktu yang kita habiskan untuk segala sesuatu yang tidak jelas. Sekarang aku mulai menyadari kedua orang tuaku yang sudah mulai menua. Kemanakah aku selama ini? aku termasuk anak yang jarang ada dirumah, entahlah aku lebih suka menghabiskan waktuku diluar rumah. Bukan karena kondisi rumahku yang membuat aku tidak betah, hanya saja aku yang tidak bisa diam. Aku pernah tinggal ditempat lain selama 1 tahun, pulang seminggu sekali bahkan tidak pulang, padahal jarak antara rumah dan tempat tinggalku hanya 15menit menggunakan motor. Durhaka-kah aku? kalau pertanyaan ini kau ajukan padaku waktu itu aku akan menjawab tidak. Namun sekarang setelah kupikirkan dan renungi kembali segala yang pernah kulakukan pada masa itu maka akan kujawab Ya, aku durhaka...

Seperti yang telah kutulis di atas, segala sesuatu berubah. Kemanakah kita hendak membawa perubahan itu. Aku tidak lagi se-sanguine dulu, bukan karena mau sok ja-im, hanya saja setelah melewati banyak hal hingga sekarang aku merasa berubah. Sifat sanguine-ku tidak akan hilang hanya sedikit tersembunyi dan perlu menunggu moment yang tepat untuk keluar.